Cua
Kali ini ku kecewa pada gertakan langit, memporak porandakan susuran harapan yang gagal berekspetasi. Kali ini kubenci pada semesta, seperti roman yang bersetting, mengeksploitasi pikiran untuk membenci semesta. Menyuguhkan semacam teka-teki yang harus di isi. Bersembunyi dibalik jarak namun, enggan melepaskan jemari-jemari. Aku suka. Aku masih disini. Secangkir teh, secarik kertas bertuliskan tulisan abstrak terwalak rapih diatas meja, kepala yang merunduk ke bawah tanah bersandar di atas tangan. Bunyi rintikan di atas genteng asik menari-nari seakan membuat lagu ejekan untuk diriku agar lebih membenci semesta pada malam ini. Permainan apa ini? Membuatku lebih kacau saja, pasca hujan nanti semoga rasa yang tak bernama ini bisa lebih lega setelah membuat berhasil membuatku jadi orang setengah bodoh. Mempersalahkan pertemuan, tanpa jelas menghadirkan kecewa. Di persimpangan menuju kehilangan, kita akan tersadar akan jarak yang perlahan semesta ciptakan atau memang kau h...