Sebuah gelagat hidup
Kewajiban menjadi seorang anak telah terselesaikan. Menjadi kebanggan orang tua, dengan sebuah predikat sarjana. Nama yang dibelangkangnya sudah bertambah 2 huruf. Strata sosial sama saja dengan seseorang yang sudah mengabdi beberapa tahun di belakang meja. Alat pengukur, kalau bukan selembaran transaksi lalu apa ? Pengalaman mungkin ? Ataukah sebuah pikiran liar seperti di dalam hutan? Tidak menjamin seseorang lebih baik dari seorang pelacur malam. Di setting sedimikian rupa untuk menjadi seorang pekerja yang di bayar untuk memperkaya beberapa manusia yang beridiri di divisi tertentu. Menyamaratakan semua manusia dengan kata sukses apabila telah bergelut di balik meja dan hiasan-hiasan kertas yang di sengaja di tumpuk untuk menjadi beberapa selembaran kepentingan. Hidup yang berlangsung secara sistematis. Bangun pagi, bergegas pergi saat mentari baru menyapa di bumi, berteman dengan asap polusi, bunyi klakson, dan kegaduhan metropolitan, menyibukan diri dengan namanya kerjaan, maupun...