Posts

Showing posts from June, 2017

Tentang perihal bejalan di arah yang tak sama lagi.

Jiwaku memaksaku untuk membuka folder yang tersusun rapih dalam laptopku . Foto dengan gandengan itu masih belum dianggap asing oleh benakku, sesekali melihat foto membawaku ke keadaan dimana seperti foto itu, aku masih hafal dengan percakapan kita di waktu itu, hafal dengan bagaimana kita bisa berfoto semesra itu dahulu.   Tak perlu lahh kau merasa sesal atau bersalah atas perpisahan ini. Karena pada akhirnya aku bukannlah orang yang pantas dan kamu pilih menggenggam tanganmu lagi . Dan kini aku sudah bisa terima.   Bagaimana? Bahagiakah kau sekarang?   Aku Rindu . Tapi maaf aku bukan rindu mencintaimu. Melainkan aku rindu bercengkrama    ketika kita masih bukan siapa-siapa .   Tausalah merasa bersalah tapi ingatlah, melepasmu aku sudah *DD

Meresahkan saja

Hanya perlu pura-pura kalau kita pernah menjadi orang-orang yang bodoh yang sempat tergila akan adanya rasa nyaman satu sama lain. Bodoh ? Satu kata yang aku lontarkan untuk jadi cambuk agar hati tetap kuat mengingatkan aku siapa? Dan kamu siapa? Dan kita adalah siapa?. Dulu kamu yang selalu berkata aku selalu ada ? Mana? Mana kata yang di ucapkan hanya sebagai pemanis buatan syrup agar manis di rasa namun membuat sakit terakhir!.   Maafkan aku yang terdiam di sudut ombak menatap senja keemasan bersama pinknya langit ditemani kopi hitam pahit. Aku mulai merasa khawatir apakah pelukan di senja itu masih bisa ku coba lgi untuk sesekali bersandar walau aku bukan lagi perempuan yang kamu harap untuk bisa bersandar disitu ! Maafkan sekali lagi aku mulai cemas ! Jujur aku mulai RINDU , rindu akan adanya KECEMASAN. -Deps

Perihal Jemu

Kamu yang dulu bosan denganku, merasa tidak nyaman lagi. Sudah kuberikan jeda untuk melihat masih adakah rindu yang mendera ? Tidak bergemetarkah kau setelah saat jarak yang jadi tembok penghalang ? Bagaimana ? Sudah bisa di pikiranmu seberapa penting "kita yang dulu?" Jangan khawatir aku tidak pernah pergi jauh namun hanya jarak yang membentang panjang diantara kita. Pelukan dada yang hangat itu masih sama seperti yang dulu kan? Dulu sempat kuberikan waktu jeda kau tau untuk apa? Yaa untuk bisa belajar menghargai yang Namanya rindu. Semoga keputusanmu menjadi cambuk untuk dirimu bahwa waktu jeda yang kuberikan masih kurang agar yang namanya rindu dapat di hargai. Akupun tak berharap rasa jenuh bukan hanya sebagai fase indah sebagai pemaksaan untuk tetap lari jauh. Dengan ini kita hanya perlu ISTIRAHAT bukan untuk MELEPASKAN dengan cara yang jahat. *DD

Dari Orang yang Masih Rindu dengan Kenangan

Hai...... Bagaimana dengan harimu ?sehatkah ? bahagiakah ? ceria ? sekarang kamu lebih leluasa menikmati sinar matahari yang perlahan lesap dari pandangan mata, hingga bulanpun berkata hai TANPA DIRIKU . Tanpa mengetahui betapa pedulinya aku kepada dirimu yang sudah bisa melupakan semua yang kita lewati. Pelukan rindu masih sangat mangikat diriku, membuat sesak untuk dilepas, pelukan yang membuat sesak tapi nikmat untuk diingat. Ingat tidak ? kita yang dulu dengan yang sekarang, kita sekarang bukan apa-apa, bukan dua orang yang mempunyai kepentingan hati lagi, bahwasanya kita hanya rampaian kenangan yang jadi cerita. Cerita yang manis yang bisa diceritakan untuk sang masa mendatang. -Deps *tulisan ini merupakan tulisan pertama yang aku buat, dan mangkring di catatat hape sejak 10  September 2016 

Perkenalan

Hai aku merupakan orang baru dalam dunia blogger, semoga kalian suka dengan tulisan-tulisan yang aku sajikan di dalam blog sederhana ini, salam. Mari saling memahami