Meresahkan saja
Hanya perlu pura-pura kalau kita pernah menjadi orang-orang yang bodoh yang sempat tergila akan adanya rasa nyaman satu sama lain. Bodoh ? Satu kata yang aku lontarkan untuk jadi cambuk agar hati tetap kuat mengingatkan aku siapa? Dan kamu siapa? Dan kita adalah siapa?.
Dulu kamu yang selalu berkata aku selalu ada ? Mana? Mana kata yang di ucapkan hanya sebagai pemanis buatan syrup agar manis di rasa namun membuat sakit terakhir!.
Maafkan aku yang terdiam di sudut ombak menatap senja keemasan bersama pinknya langit ditemani kopi hitam pahit. Aku mulai merasa khawatir apakah pelukan di senja itu masih bisa ku coba lgi untuk sesekali bersandar walau aku bukan lagi perempuan yang kamu harap untuk bisa bersandar disitu ! Maafkan sekali lagi aku mulai cemas ! Jujur aku mulai RINDU , rindu akan adanya KECEMASAN.
-Deps
Comments
Post a Comment