Posts

Showing posts from 2017

Ketololan

Karena semua kejadian ada waktunya. Bait demi bait cerita tercipta. Jengkal waktu bekerja dengan baik. Kapan ? Dan dimana perjuangan yang sekelam dulu silih berganti menjadi cerita yang ringan nan klasik. Mungkin kita jelak. Butuhkan waktu menjadi jarak? Atau kita perlu membiasa ? Bukan hati berprasangka subal tapi sungguh ini dirasa. Kamu. Apa yang di butuh, aku si pelayan siap menyiapkan semua menu yang kau ingginkan. Tapi, kusiapkan terlebih dahulu sepiring cemas dan secarik puisi untuk kamu. Yang masih diambang keruh.

KKN (Kuliah Karena Nilai)

Image
Berapa banyak kalimat hati-hati di jalan dan jaga diri saat jauh. Pukul 01.00 semua barang sudah siap untuk di boyong pergi dari zona nyaman (rumah), mulai dari baju oblong, celana lapangan, pakaian dalam "HAL TERPENTING", perlengkapan mandi, dan perlengkapan tata rias dan tata-tamba urusan. Selepas semuanya rampung, seluruh fisik, gagasan, raga dan jiwa maupun batin siap untuk nge-kos di daerah orang. Kopor dan tas tentengan ngemper di depan gedung PKM, mobil-mobil berlarik warna-nya biru muda, dan muka-muka mahasiswa yang masih sembab karena semalam begadang untuk mempersiapkan pelepasan ( tapi tidak dilepas paksa)   mahasiswa KKS. Sebagai mahasiswa tingkat menuju selesai, KKS Pengabdian juga merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh untuk menjadi seorang Sarjana di perguruan tinggi. Terlintas kenapa sih mahasiswa harus melewati yang namanya KKS Pengabdian. Ohhh seperti itu toh, karena menjadi salah satu poin dari Tri Dharma Perguruan Tinggi pada poin yang ketiga yai...

Memuja sela

Pagi ini berembun lagi. Matahari seperti malu untuk menampakkan. Kali ini untuk kesekian harinya, aku tak disampingmu. Tak lagi duduk berdampingan denganmu, memandangi wajahmu lebih lama lagi, mendengarkan nyaring ketut yang tak asing oleh telingaku, atau memelukmu saat mengerai rindu. Aku hanya bisa menerka, bahkan mengira-ngira kabarmu, sehatkah, baik-baik saja atau bahagiakah kehidupanmu saat berjauhan. Malam tetap seperti ini, tak lama mengganti pagi, besoknya dan seterunya. Ketahui saja, kadang egoku melambung tinggi melupakan daratan, kadang egomupun begitu sama. Biarkan hanya jarak yang membentang panjang diantara kita. Perasaanmu tak usah berjarak. Tetap jadilah orang yang bisa kupercaya, walau pikiranku meyakinkan kisah ini tak akan melahirkan lagi luka. Ketahuilah aku ingin, kau kujadikan semesta. Seseorang yang mampu mengutuhkan sepenggal kata yang tak lengkap, bahan bakar untuk semangat. Kisah kita masih panjang untuk  dijalani. Akan ada hal termudah dan tersulit. Mungk...

Rangkaian

Gemercikan hujan ini seakan merobohkan sunyi Seperti hujan bersepakat untuk menghalangi Betapa, waktu membuatku berspekulasi jahat Padaku yang rentan terlupakan Bulan tak berani menampakkan  Dan merangkul resahku yang semakin menjadi Ketika hati ini meramu mantamu Rapalan kalbu yang semakin menuntut Aku, Rindu, Gerimis menjadi saksi Usahaku untuk menghadirkan kamu disini Kamu yang menyapa Kamu yang berhasil meminta baik-baik Jangan salahkan dirimu atau diriku Runtuklah waktu yang tak mampu memenuhi kita Mempertemukan namun  Tipuan bersatu untuk bertahan Aku tergugu Tak membawa hasil saat menunggu Kamu jauh di sana Aku jatuh di sini Aku di sini, hanya rindu Tersua itu saja Itu semua Untuk kamu 16/08/17  Deps * jarang-jarang posting puisi hehe

Pidur Rasa

Image
Tulisan ini kutujukan padamu, tapi? Persetanlah. Dirimu, aku dan persimpangan kenangan, saat kenangan dalam jiwamu yang pernah kumiliki layaknya senyawa kimia untuk di tuangkan ke dalam rampaian batas angan. Aku sekarang di fase yang belajar menikam rasa, membiasakan diri tanpa kita . Aku yang memupuk rasa dan aku pula yang mematikan paksa rasa itu. Hari-hari seperti ini adalah penyiksaan rasa bagiku.  Aku sekarang harus menjalani rehabilitasi rasa yang harus menahan sakit, dan chemotherapy untuk merontokan rasa ini, mencoba menjalani pengobatan logika agar mampu belajar mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru. Hari pembunuhan ini adalah hari yang harus dibiasakan, yahh untuk sementara seperti ini dulu seperti hal yang hilang akan silir berganti yang baru. Walau luka perlahan akan sembuh karena orang yang baru, aku tidak menginginkan hal itu. AKU MAMPU MENYEMBUHKANNYA SENDIRI.  Kamu sudah kugantungkan di kisahku dahulu. AKU SUDAH RAMPUH.

Masyhur

Image
Aku perempuan yang mempunyai kegemaran makan, dan melihatmu kentut. Dan kamu lelaki penyuka keadaan saat aku menjadi orang yang seperti anak kecil. Kita memang bukan orang pura-pura sibuk menciptakan representasi. Berpura-pura menjadi dua orang yang berperilaku goals seperti di jejeran insta story dan postingan di instagram, karena kebahagiaan tak butuh penilaian. Kita belajar jadi naim, bahwasanya berusaha menyelesaikan enigma menghadapi kehidupan yang semakin sukar. Biarkanlah sebuah tulisan ini mewakili kata "Aku sayang kamu" atau "takut kehilangan", karena hatiku sulit berkata direk. Kamsia apresiasi tanpa tersepit oleh keadaan yang kita coba untuk jauhkan dari keadaan semesta ini. DD

Magang layak kacung

         Tidak asing bukan untuk mahasiswa tingkat menengah hampir selesai yaitu semester tujuh, untuk sesegera mungkin menyelesaikan yang namanya mata kuliah wajib yang harus diikuti yaitu “MAGANG” . Begitupulah yang akan diikuti saya dimana masih menjadi mahasiswa semester enam menjelang semester ganjil berulang, dengan inisiatif agar waktu libur puasa bisa terisi dan berfaedah dengan mengambil langkah untuk mengikuti magang.             Susana pagi yang membuat saya terbangun dengan terpaksa, membuat saya pagi itu menggerutu dan jengkel dengan bangun yang menurut saya terlalu pagi, untuk segera mempersiapkan penampilan terbaik saya saat pelepasan magang.             Skipp setelah kejadian setibanya di kampus untuk persiapan magang, karena tak ada hal yang menarik untuk diceritakan di dalam tulisan ini. Kami (Mahasiswa magang) pun dilepas, tapi bu...

Engkau yang ke aku

Malam kota dengan cuaca yang hampir dingin. Tak kala rindu yang sudah sedari tadi ku hidangkan di muk putih, kubumbuhi sedikit takaran cemas. Tapi tidak menghilangkan rindu tersebut. Sedaritadi pula aku dapat pekerjaan baru yaitu menjadi kaki sebelahmu menjadi langkahku. Belajarlah bermukim dekat dengan dekapanku, bermain-main jauh namun tidak saling lupa meninggalkan. Tak perlu menyewa, aku sudah sangat siap menyediakan kakiku untuk menyusuri    langkah bersama, menemani kemana saja kaki itu ingin berpijak, untuk melanjutkan tualang rindu lebih jauh lagi. Tak perlu renyang perihal tersesat, sebab akupun siap untuk membuatmu selamat, sebab kamu sudah mantap menjadi tujuanku paling jauh, dan juga paling dekat. Berlarilah sampai tergopoh, hingga kau lupa kita yang pernah tercebur luka amat dalam, belajar untuk saling menyihir hingga membuat setengah gila bila tak bersama. * DD *cat : tulisan ini dibuat tanggal 12 Juli 2017 dikarenakan rasa tak terungkap oleh perte...

Semu

Raga yang berlalu di situlah aku merasa ada ruang semu, seharusnya kamu katakan padaku terlebih dahulu, agar tak kuberikan semua hatiku, hanya untuk dirimu. Dan apabila sudah seperti ini bagaimana aku bisa melihat lukaku sendiri? Luka yang kau torehkan kepadaku tercecer di setiap garis singgah hatiku. Yasudah kubiarkan luka ini merengguh malam kita, tak apa tertawalah atas sedih yang kurasa aku tidak akan membatasimu. Namun ingat, jangan harap pada pagi nanti rasa gundah ini masih menyarang dan tercecer lagi di garis hati. Iyaa, aku memang terpuruk. Tapi aku bukan yang BURUK. Dengan tulisan ini bercerita, sadar dan tidak sadar tulisan ini dilahirkan bukan jadi perihal rindu atau ada perihal harapan lagi, rinduku sudah jadi bekas tinggalan jejak kaki di atas pasir pasca senja berganti menjadi kegelapan. Harapan yang dulunya tumbuh lestari, sekarang menjadi sabur bersama rasa merelakanmu.  *DD

Concong

Pergi untuk dikenang Buruk perlahan jadi indah Meninggalkan untuk selalu dikenang Ditinggalkan menemukan yang lebih indah Terimakasih dan selamat jalan. Untuk semua yang pernah ada dan yang masih ada. Bahagia aku bersyukur, dari kehilangan aku belajar bertafakur. Dan di akhir cerita membuatku harus mengerti mengapa harus terjadi. Kepadamu yang pernah menemani namun tak sampai akhir, kepada kamu yang mau kugengam namun melepas paksa, kepadamu luka, derita, sabar, dimengerti, dan bahagia yang sempat menjadi alasan untuk jadi indahnya akhir cerita. Simpan saja di folder tak bernama dan hapus kenangan pelukan pasca tenggelamnya matahari dari kekuningan menjadi keunguan, dari keungunan dengan tak terasa berganti malam pekat hitam namun ingat ada aku bintang yang terang, untuk menemani pengharapanku. Ingat tidak? Aku yang dulu penuh dengan semangat menyemangatimu, sekarang menjerit ditinggal pergi. *DD

Tak perlu lagi belajar untuk bahagia

Kamu cuma perlu duduk diam di atas kursi dengan nyenyat bersama secangkir kenangan yang masih aku sajikan untukmu. Tak perlu lagi menjelaskan. Aku sudah cukupkan maksudmu  untuk mengerti. Di mana disaat  keadaan d ipaksa melepaskan aku harus bisa terima. Meskipun inginku menolak, tapi dengan sikapmu menunjukan kita tak akan bahagia bila bersama seakan kau memecut hubungan ini untuk segera di akhiri. Seingatku genggaman tanganku enggan melepaskan kebahagiaan ini, laksana genggaman yang makin erat hanya menimbulkan rasa mengiris perlahan disalah satu kita. Berhentillah jadi orang bengah lagi.  Hanya karena saat itu aku masih sangat menyukaimu, bukan berarti kau memanfaatkan keadaanku. Berbahagialah karena dengan melihatmu bahagia tanpa diriku, itu alasan yang paling cukup untuk sekarang. Maafkan jika aku salah karena telah memutuskan kalau aku terlalu cepat jatuh iyaaa, jatuh cinta kepadamu. Dan jangan pernah merasa dirimulah yang paling tersakiti dari cerita ini ji...

Tentang perihal bejalan di arah yang tak sama lagi.

Jiwaku memaksaku untuk membuka folder yang tersusun rapih dalam laptopku . Foto dengan gandengan itu masih belum dianggap asing oleh benakku, sesekali melihat foto membawaku ke keadaan dimana seperti foto itu, aku masih hafal dengan percakapan kita di waktu itu, hafal dengan bagaimana kita bisa berfoto semesra itu dahulu.   Tak perlu lahh kau merasa sesal atau bersalah atas perpisahan ini. Karena pada akhirnya aku bukannlah orang yang pantas dan kamu pilih menggenggam tanganmu lagi . Dan kini aku sudah bisa terima.   Bagaimana? Bahagiakah kau sekarang?   Aku Rindu . Tapi maaf aku bukan rindu mencintaimu. Melainkan aku rindu bercengkrama    ketika kita masih bukan siapa-siapa .   Tausalah merasa bersalah tapi ingatlah, melepasmu aku sudah *DD

Meresahkan saja

Hanya perlu pura-pura kalau kita pernah menjadi orang-orang yang bodoh yang sempat tergila akan adanya rasa nyaman satu sama lain. Bodoh ? Satu kata yang aku lontarkan untuk jadi cambuk agar hati tetap kuat mengingatkan aku siapa? Dan kamu siapa? Dan kita adalah siapa?. Dulu kamu yang selalu berkata aku selalu ada ? Mana? Mana kata yang di ucapkan hanya sebagai pemanis buatan syrup agar manis di rasa namun membuat sakit terakhir!.   Maafkan aku yang terdiam di sudut ombak menatap senja keemasan bersama pinknya langit ditemani kopi hitam pahit. Aku mulai merasa khawatir apakah pelukan di senja itu masih bisa ku coba lgi untuk sesekali bersandar walau aku bukan lagi perempuan yang kamu harap untuk bisa bersandar disitu ! Maafkan sekali lagi aku mulai cemas ! Jujur aku mulai RINDU , rindu akan adanya KECEMASAN. -Deps

Perihal Jemu

Kamu yang dulu bosan denganku, merasa tidak nyaman lagi. Sudah kuberikan jeda untuk melihat masih adakah rindu yang mendera ? Tidak bergemetarkah kau setelah saat jarak yang jadi tembok penghalang ? Bagaimana ? Sudah bisa di pikiranmu seberapa penting "kita yang dulu?" Jangan khawatir aku tidak pernah pergi jauh namun hanya jarak yang membentang panjang diantara kita. Pelukan dada yang hangat itu masih sama seperti yang dulu kan? Dulu sempat kuberikan waktu jeda kau tau untuk apa? Yaa untuk bisa belajar menghargai yang Namanya rindu. Semoga keputusanmu menjadi cambuk untuk dirimu bahwa waktu jeda yang kuberikan masih kurang agar yang namanya rindu dapat di hargai. Akupun tak berharap rasa jenuh bukan hanya sebagai fase indah sebagai pemaksaan untuk tetap lari jauh. Dengan ini kita hanya perlu ISTIRAHAT bukan untuk MELEPASKAN dengan cara yang jahat. *DD

Dari Orang yang Masih Rindu dengan Kenangan

Hai...... Bagaimana dengan harimu ?sehatkah ? bahagiakah ? ceria ? sekarang kamu lebih leluasa menikmati sinar matahari yang perlahan lesap dari pandangan mata, hingga bulanpun berkata hai TANPA DIRIKU . Tanpa mengetahui betapa pedulinya aku kepada dirimu yang sudah bisa melupakan semua yang kita lewati. Pelukan rindu masih sangat mangikat diriku, membuat sesak untuk dilepas, pelukan yang membuat sesak tapi nikmat untuk diingat. Ingat tidak ? kita yang dulu dengan yang sekarang, kita sekarang bukan apa-apa, bukan dua orang yang mempunyai kepentingan hati lagi, bahwasanya kita hanya rampaian kenangan yang jadi cerita. Cerita yang manis yang bisa diceritakan untuk sang masa mendatang. -Deps *tulisan ini merupakan tulisan pertama yang aku buat, dan mangkring di catatat hape sejak 10  September 2016 

Perkenalan

Hai aku merupakan orang baru dalam dunia blogger, semoga kalian suka dengan tulisan-tulisan yang aku sajikan di dalam blog sederhana ini, salam. Mari saling memahami