Posts

Showing posts from July, 2017

Masyhur

Image
Aku perempuan yang mempunyai kegemaran makan, dan melihatmu kentut. Dan kamu lelaki penyuka keadaan saat aku menjadi orang yang seperti anak kecil. Kita memang bukan orang pura-pura sibuk menciptakan representasi. Berpura-pura menjadi dua orang yang berperilaku goals seperti di jejeran insta story dan postingan di instagram, karena kebahagiaan tak butuh penilaian. Kita belajar jadi naim, bahwasanya berusaha menyelesaikan enigma menghadapi kehidupan yang semakin sukar. Biarkanlah sebuah tulisan ini mewakili kata "Aku sayang kamu" atau "takut kehilangan", karena hatiku sulit berkata direk. Kamsia apresiasi tanpa tersepit oleh keadaan yang kita coba untuk jauhkan dari keadaan semesta ini. DD

Magang layak kacung

         Tidak asing bukan untuk mahasiswa tingkat menengah hampir selesai yaitu semester tujuh, untuk sesegera mungkin menyelesaikan yang namanya mata kuliah wajib yang harus diikuti yaitu “MAGANG” . Begitupulah yang akan diikuti saya dimana masih menjadi mahasiswa semester enam menjelang semester ganjil berulang, dengan inisiatif agar waktu libur puasa bisa terisi dan berfaedah dengan mengambil langkah untuk mengikuti magang.             Susana pagi yang membuat saya terbangun dengan terpaksa, membuat saya pagi itu menggerutu dan jengkel dengan bangun yang menurut saya terlalu pagi, untuk segera mempersiapkan penampilan terbaik saya saat pelepasan magang.             Skipp setelah kejadian setibanya di kampus untuk persiapan magang, karena tak ada hal yang menarik untuk diceritakan di dalam tulisan ini. Kami (Mahasiswa magang) pun dilepas, tapi bu...

Engkau yang ke aku

Malam kota dengan cuaca yang hampir dingin. Tak kala rindu yang sudah sedari tadi ku hidangkan di muk putih, kubumbuhi sedikit takaran cemas. Tapi tidak menghilangkan rindu tersebut. Sedaritadi pula aku dapat pekerjaan baru yaitu menjadi kaki sebelahmu menjadi langkahku. Belajarlah bermukim dekat dengan dekapanku, bermain-main jauh namun tidak saling lupa meninggalkan. Tak perlu menyewa, aku sudah sangat siap menyediakan kakiku untuk menyusuri    langkah bersama, menemani kemana saja kaki itu ingin berpijak, untuk melanjutkan tualang rindu lebih jauh lagi. Tak perlu renyang perihal tersesat, sebab akupun siap untuk membuatmu selamat, sebab kamu sudah mantap menjadi tujuanku paling jauh, dan juga paling dekat. Berlarilah sampai tergopoh, hingga kau lupa kita yang pernah tercebur luka amat dalam, belajar untuk saling menyihir hingga membuat setengah gila bila tak bersama. * DD *cat : tulisan ini dibuat tanggal 12 Juli 2017 dikarenakan rasa tak terungkap oleh perte...

Semu

Raga yang berlalu di situlah aku merasa ada ruang semu, seharusnya kamu katakan padaku terlebih dahulu, agar tak kuberikan semua hatiku, hanya untuk dirimu. Dan apabila sudah seperti ini bagaimana aku bisa melihat lukaku sendiri? Luka yang kau torehkan kepadaku tercecer di setiap garis singgah hatiku. Yasudah kubiarkan luka ini merengguh malam kita, tak apa tertawalah atas sedih yang kurasa aku tidak akan membatasimu. Namun ingat, jangan harap pada pagi nanti rasa gundah ini masih menyarang dan tercecer lagi di garis hati. Iyaa, aku memang terpuruk. Tapi aku bukan yang BURUK. Dengan tulisan ini bercerita, sadar dan tidak sadar tulisan ini dilahirkan bukan jadi perihal rindu atau ada perihal harapan lagi, rinduku sudah jadi bekas tinggalan jejak kaki di atas pasir pasca senja berganti menjadi kegelapan. Harapan yang dulunya tumbuh lestari, sekarang menjadi sabur bersama rasa merelakanmu.  *DD

Concong

Pergi untuk dikenang Buruk perlahan jadi indah Meninggalkan untuk selalu dikenang Ditinggalkan menemukan yang lebih indah Terimakasih dan selamat jalan. Untuk semua yang pernah ada dan yang masih ada. Bahagia aku bersyukur, dari kehilangan aku belajar bertafakur. Dan di akhir cerita membuatku harus mengerti mengapa harus terjadi. Kepadamu yang pernah menemani namun tak sampai akhir, kepada kamu yang mau kugengam namun melepas paksa, kepadamu luka, derita, sabar, dimengerti, dan bahagia yang sempat menjadi alasan untuk jadi indahnya akhir cerita. Simpan saja di folder tak bernama dan hapus kenangan pelukan pasca tenggelamnya matahari dari kekuningan menjadi keunguan, dari keungunan dengan tak terasa berganti malam pekat hitam namun ingat ada aku bintang yang terang, untuk menemani pengharapanku. Ingat tidak? Aku yang dulu penuh dengan semangat menyemangatimu, sekarang menjerit ditinggal pergi. *DD

Tak perlu lagi belajar untuk bahagia

Kamu cuma perlu duduk diam di atas kursi dengan nyenyat bersama secangkir kenangan yang masih aku sajikan untukmu. Tak perlu lagi menjelaskan. Aku sudah cukupkan maksudmu  untuk mengerti. Di mana disaat  keadaan d ipaksa melepaskan aku harus bisa terima. Meskipun inginku menolak, tapi dengan sikapmu menunjukan kita tak akan bahagia bila bersama seakan kau memecut hubungan ini untuk segera di akhiri. Seingatku genggaman tanganku enggan melepaskan kebahagiaan ini, laksana genggaman yang makin erat hanya menimbulkan rasa mengiris perlahan disalah satu kita. Berhentillah jadi orang bengah lagi.  Hanya karena saat itu aku masih sangat menyukaimu, bukan berarti kau memanfaatkan keadaanku. Berbahagialah karena dengan melihatmu bahagia tanpa diriku, itu alasan yang paling cukup untuk sekarang. Maafkan jika aku salah karena telah memutuskan kalau aku terlalu cepat jatuh iyaaa, jatuh cinta kepadamu. Dan jangan pernah merasa dirimulah yang paling tersakiti dari cerita ini ji...