Bayang Angin
Sekarang angin itu sudah kugenggam, kuberikan semua yang
diinginkan, kebebasan mencari, dan segala hal yang ada di angin. Aku tepat
berdiri di satu tingkatan anak tangga yang kemarin, merasakan ketidak bedaan
sebelum dan sesudanya.
Dulunya pikiran yang liar menjadi suatu jaminan pasti untuk
mengapai bintang. Dan ternyata bintang yang akan di genggam ternyata pada siang
hari. Saking bahagianya langit tak pernah membayangkan bintang itu hanyalah
bualan, pancingan untuk tetap bersyukur dan tetap menjadi searah jalan untuk
menjadi anjing peliharaan yang akan menurut.
Banyak nama jalan baru, namun tidak menjadi hal baru di
indra pendengaran. Memilih jalur kanan, kiri, tetap lurus atau berhenti
sejenak. Aku tepat di jalan itu, jalan yang tak bernama. Memilah, menelaah, mencoba
memahami, dan memaklumi untuk menautkan jalan mana yang akan menjadi jawaban
atas genggaman angin yang kugenggam.
Comments
Post a Comment