Hujan desember
Hari ini jalan pulang yang kutempuh harus melewati samudra.
Jarak yang tidak terbatas oleh udara.
Inilah pijakanku.
Tetaplah di samping, untuk beberapa hal yang kita duga di balik tirai masa depan.
Mimpi-mimpi yang digantungkan di jemuran dan terpapar oleh rindu.
Membuat keadaan mencekam, mengundang sekumpulan awan hitam.
Kejelakkan menjadi satu batu kerikil, disaat perjalanan membuntukan jalan.
Ingin selalu, selalu menjadi kata pagi memapar, selamat malam dan gulana yang ku keruhkan di pukul tiga pagi.
Merapuhkan diri pada jiwa yang siap untuk kutumpahkan.
Kedua tangan yang siap menjadi satu genggama erat di punggung belakang, dan dagu yang bersentuhan di teliga sebelah kanan.
Membisikan kata-kata sihir, seakan besok akan ada cerita baru untuk menjadi pijakan hidup
Comments
Post a Comment