Ucapan untuk yang lagi berulang tahun
Beberapa
hal yang kita sering salahkan di dunia ini. Kehidupan yang tak sama dengan
manusia-manusia lain, baik di dunia nyata dan dunia maya. Banyak yang
menganggap dirinya tak lebih dari seogok biji jagung dibandingkan
follower-follower di berbagai macam platform. Tindakan membandingkan tak ayal
membuat kegelisaan tersendiri. Di usia yang dianggap kebanyakan orang, atau
yang saya sebut orang tua, apalagi
ketika tahap studi yang telah selesai merupakan bentuk kedewasaan seseorang. Ada
jalur yang terpisah, melepaskan masa remaja menuju kedewasaan, ditahap inilah
pergejolakan yang beradu mengalami pergoncangan diambang kebingungan. Persembahan
masa depan apa yang akan disajikan kepada kedua manusia yang setengah mati dan
banting tulang menghidupi dan menyekolahkan ankanya. Jejeran jalan yang harus
menjadi pilihan yang membuat bingung untuk melanjutkan langkah di jalan yang
mana.
Tahun berganti
tahun, kebiasaan dan pola pikir menggeser semua kebiasaan menjadi sedikit
berbeda, memperhitungkan langkah bergerak, menyuarakan sesuatu menjadi sedikit
di filter, lingkarang persahabatan menjadi kecil seiring waktu berjalan, beberapa
orang datang dan pergi tergantung kepentingan, langkah kaki yang tidak cepat
puas, haus akan hal-hal baru. Itulah kehidupan, dimana hal yang mudah
dipikirkan ternyata menjadi beban yang mengelantung di pikiran. Memikirkan hal-hal
lalu dan membandingkan dengan kehidupan sekarang.
Di umur
yang sudah berkepala lebih dari satu sikap egois yang melekat ternyata makin
melebar, sikap memikirkan diri kita sendiri, berusaha menutup telinga akan
semua pertimbangan-pertimbangan yang didengarkan dari orang-orang yang belum
melalui sampai orang yang sudah melaluinya, bersikap agar keras dan sikap bodoh amat menjadi keangkuhan diri.
Kata maaf
untuk sebuah keegoisan dan keras kepala masih belum terfikirkan oleh kepala. Karena
apa, suatu saat nanti kata maaf yang belum terucapkan ini akan tergantikan
sebuah tangisan haru dari beberapa pihak yang memikirkan saya orang yang keras.
Untuk itu saya berikhrar
_
Waktu yang
ditempuh dengan satu arah tanpa memutar balikkan, menitih perlahan perjalanan
dengan bijaksana.
Memaafkan
semua luka yang pernah tergores, memulai senyum untuk yang meluka.
Ucapaan
Terimakasihku untuk kedua manusia yang telah berjuang mati-matian merawat dan
membesarkan serorang anak perempuan dengan segala kelebihan dan kekurangan semasa
hidupnya.
Salam sejahtera;
ReplyDeleteSaya ingin mengkritik terhadap tulisan nya yang masih banyak salah pada bagian penulisan nya. Dan mungkin bisa ditambahkan sedikit bumbu pada wallpapernya agar kelihatan lebih menarik lagi pada saat di baca.
Terimakasih
081360127714