Engkau yang ke aku

Malam kota dengan cuaca yang hampir dingin. Tak kala rindu yang sudah sedari tadi ku hidangkan di muk putih, kubumbuhi sedikit takaran cemas. Tapi tidak menghilangkan rindu tersebut. Sedaritadi pula aku dapat pekerjaan baru yaitu menjadi kaki sebelahmu menjadi langkahku. Belajarlah bermukim dekat dengan dekapanku, bermain-main jauh namun tidak saling lupa meninggalkan. Tak perlu menyewa, aku sudah sangat siap menyediakan kakiku untuk menyusuri  langkah bersama, menemani kemana saja kaki itu ingin berpijak, untuk melanjutkan tualang rindu lebih jauh lagi.
Tak perlu renyang perihal tersesat, sebab akupun siap untuk membuatmu selamat, sebab kamu sudah mantap menjadi tujuanku paling jauh, dan juga paling dekat. Berlarilah sampai tergopoh, hingga kau lupa kita yang pernah tercebur luka amat dalam, belajar untuk saling menyihir hingga membuat setengah gila bila tak bersama.


*DD


*cat : tulisan ini dibuat tanggal 12 Juli 2017 dikarenakan rasa tak terungkap oleh pertemuan .

Comments

  1. Replies
    1. kamu aan makasih sekali, nanti m doa kmri supaya cpt sembuh bohenya

      Delete
  2. Mantap nou, lanjutkan hehhheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih uti ka angga, semoga makin baperisme :DD

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Satu Langkah Menuju Angin

Cedera

Sebuah gelagat hidup